Wednesday, August 8, 2012

MEMBANTU ISTRI MENYUSUI= MENYENANGKAN!

@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.

MEMBANTU ISTRI MENYUSUI= MENYENANGKAN!
Saya termasuk orang yang nggak begitu mengenal dekat sosok Ayah. Nggak begitu banyak memori antara saya dan ayah saya. Almarhum ayah termasuk orang yang sibuk bekerja, mungkin gaji seorang PNS tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, hingga sore hari pun harus tetap bekerja sebagai mantri di Puskesmas dekat rumah. Belum lagi kesibukannya sebagai pengurus RW dan pengurus salah satu underbow partai. Kami, nyaris sudah terbiasa tanpa sosok Ayah di rumah. Ketika beliau meninggal dunia pun, tidak terlalu lama kami beradaptasi tanpa kehadirannya, mungkin karena kami sudah terbiasa tanpa ada beliau. Meski kesedihan pasti ada, apalagi suasana Ramadan dan Idul Fitri.
Ketika saya punya anak, ada keinginan yang dalam untuk selalu dekat dengan anak. Bagaimanapun caranya dia harus punya memori sosok seorang ayah yang bisa menjadi teman. Saya sadar, seorang ayah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa bersama anaknya. Kita – para ayah – sesungguhnya hanya punya tujuh tahun pertama dalam kehidupannya untuk bisa dekat dengan anak kita. Di tujuh tahun kedua dia mulai sibuk dengan sekolah dasar dan teman-temannya. Di tujuh tahun ketiga sudah mulai pergi bersama teman-teman SMP-SMU-nya, mulai punya dunianya sendiri. Apalagi kalau kita beneran tenggelam dalam kesibukan. By the end of the day, kita mulai kangen masa-masa dia waktu kecil dan makan bersama keluarga menjadi formalitas belaka.

BREASTFEEDING-FATHER, APA MAKSUDNYA?


@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.

BREASTFEEDING-FATHER, APA MAKSUDNYA?

Breastfeeding-father. Secara sederhana adalah paduan pola pikir dan tindakan seorang ayah yang mendukung proses menyusui dari istri (ibu) ke anaknya. Bukan label, julukan, apalagi pangkat yang bisa dicapai dengan requirement-set tertentu, karena penerapannya bisa sangat relatif, bahkan sulit dirumuskan.
Pakar holistik, Reza Gunawan, pernah menyampaikan kepada kami suatu ilustrasi yang menarik, dan bisa dikaitkan dengan hal ini. Ia menyatakan, “Siklus kehidupan di mulai dari bersatunya energi feminin dan maskulin, dalam bentuk hubungan seks. Proses itu berlanjut pada kehamilan, lalu persalinan, menyusui, dan menjadi orangtua. Satu bagian dari proses tersebut tidak bisa terputus, karena menentukan kualitas mata rantai berikutnya.”
Penjelasan Reza itu menjadi modal pertama untuk menetapkan pola pikir kita sebagai ayah yang sudah berkomitmen menjalani kehidupan berkeluarga. Artinya, kita siap menghadapi setiap prosesnya dengan sadar. Saat menjalani hubungan seks, kita belajar untuk beraksi secara maksimal; terus meningkatkan kualitas relasi seksual dengan istri.

Tuesday, August 7, 2012

KEUNTUNGAN MEMBERIKAN ASI

@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.

KEUNTUNGAN MEMBERIKAN ASI

Ini serius mau bicara soal keuntungan memberikan ASI? Hehehe. Dari sisi yang mana? Keuntungan anak yang diberikan ASI? Rasanya tidak perlu panjang lebar diulas, karena ASI bukan pilihan dan tidak bisa dibandingkan dengan cairan selain air susu seorang ibu. Dan argumen dilontarkan untuk melawan argumen lain yang setara; then it’s not in this case, don’t you think? 


Mari kita mulai dari perhitungan yang paling sederhana: finansial. Hukum paling sederhana soal ini kira-kira begini, “Mana yang lebih menguntungkan? Bayar atau gratis?” Logika itu tidak memandang jenis kelamin, laki-laki atau perempuan, tahu persis jawabannya.
Keuntungan tambahan, terkait masalah keuangan, adalah soal alokasi. Pos kebutuhan rumah tangga tidak sekadar urusan sandang, pangan, dan papan. Kita tentu sangat paham, bahwa ada investasi lain yang tak kalah penting, yaitu pendidikan dan tabungan masa depan. Akan lebih menguntungkan jika profit finansial akibat pemberian ASI, dialokasikan untuk investasi jangka panjang ini.
Isu lain, untuk keluarga kelas ekonomi menengah, sampai rendah, hal di atas bisa jadi salah satu solusi menata cash flow rumah tangga. Tapi, untuk keluarga kelas ekonomi atas, nilai yang perlu dikeluarkan sebagai shortcut untuk meloncati lelahnya proses pemberian ASI, seolah tidak seberapa. Padahal, perspektif laki-laki yang bijaksana adalah mengatur alokasi dana secara efektif dan efisien. Prinsip manajemen ekonomi: dengan modal rendah, mendapatkan kualitas maksimal. That’s the true leader. Karena, dalam konteks ini yang “bicara” bukan hanya kapasitas, apalagi keberuntungan; tapi karakter. Laki-laki berkarakter, pasti lebih kuat.

TENTANG MENYUSUI DI DEPAN UMUM


@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.

TENTANG MENYUSUI DI DEPAN UMUM

Pernah ke Taman Safari atau Ragunan, kan? Kita selalu kagum kalau melihat seekor monyet lagi menyusui, sebuah peristiwa unyu yang langsung akan kita abadikan dengan smartphone terbaru lalu di-upload ke Twitter, Instagram, atau Path. Lalu, kurang keren apa menyusui bayi di tempat umum?
Kita beruntung hidup di Indonesia, yang secara turun temurun, meski banyak mitos yang beredar seputar ASI, namun menyusui masih cukup umum dilakukan. Kalau kita jalan di kampung-kampung misalnya, masih banyak ibu-ibu yang tidak sungkan mengeluarkan payudaranya agar si bayi tidak kelaparan. Saat film Si Unyil masih eksis, lagunya yang berjudul “Aku Anak Sehat” masih menyebutkan ASI dalam liriknya, dinyanyikan dalam setiap kesempatan oleh anak-anak dan orangtua. Sekarang? Hanya lirik seputar cinta yang dinyanyikan.
Di Amerika atau dunia barat secara umum, menyusui di tempat umum masih sering dianggap tidak sopan. Facebook contohnya, melarang publikasi foto ketika seorang ibu sedang menyusui, tapi membolehkan foto cleavage alias belahan payudara, aneh . Sementara di Indonesia, seorang ibu bisa dengan mudahnya mengeluarkan payudara di angkutan umum, pasar atau antrean puskesmas. Pertanyaan besarnya, jika banyak ibu yang bisa memberikan “makan siang” berupa susu botol dengan bebasnya di depan umum dan dianggap keren, kenapa yang seperti itu nggak berlaku juga buat bayi yang menyusui sebagai “makan siang”-nya? Toh, sama-sama memberi makan. Kata @drOei, Nursing = Feeding. Kalau orang lain minta dihormati agar ibu menyusui di tempat yang tertutup maka harusnya ibu menyusui juga harus dihormati dengan menyediakan tempat menyusui yang nyaman di mana saja dan kapan saja.

MENGHADAPI PEMASARAN SUSU FORMULA


@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.

MENGHADAPI PEMASARAN SUSU FORMULA

Pada saat seorang lelaki belum menikah atau baru saja menikah, mungkin tidak pernah merasakan keberadaan pemasaran susu formula. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya sederhana: seorang lelaki yang belum menikah, baru menikah atau belum punya anak, bukanlah target market pemasaran susu formula.
Namun akan sangat berbeda ketika seorang lelaki berada pada situasi di mana istri positif hamil, hamil muda, hamil tua, dan melahirkan. Mendadak ke mana pun dia pergi, berbagai macam bentuk pemasaran susu formula mulai tampak. Mengapa demikian? Karena pada saat itu lelaki tersebut sudah menjadi target pasar susu formula: seorang calon ayah, atau baru menjadi ayah, yang tiba-tiba harus memikirkan apa yang dibutuhkan si bayi, mulai dari kesehatannya, kebutuhannya, asupan nutrisi dari susu atau makanan dan banyak lagi. Selain itu mereka mulai dibebani berbagai ekspektasi dari istri, mertua, orangtua, dan lingkungan sekitar, bahwa “Kamu akan segera menjadi ayah dan kamu harus bertanggung jawab untuk memberikan semua kebutuhan anak.”

ASI OBROLAN IBU-IBU?

@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.


ASI OBROLAN IBU-IBU?


“Bapak-bapak ngomongin ASI? Okelah kita paham kalau bapak-bapak harus dukung istrinya dalam menyusui … tapi apa memang perlu bapak-bapak ini ngobrolin juga? Di antara laki-laki?”
Well…we got that A LOT! Nggak hanya dari sesama bapak tapi juga dari  para ibu juga. Malah kami nggak hanya ngomongin tapi juga KAMPANYE soal ASI! Agak sedikit freak, sih, ya, Membayangkannya? Hahahaha.
Jujur saja soal membahas ASI mungkin itu prioritas nomor paling buntut buat pria. Salah satu hal yang nggak akan kita pikirkan kecuali kalau sudah harus, disodorin di depan mata atau terpaksa.
Tapi tahukah Anda menurut dr. Utami Roesli, SpA, “Penelitian menunjukkan, dari 115 ibu yang suaminya tidak memberikan dukungan, ternyata tingkat keberhasilannya 26,9 persen. Sementara pada kelompok ibu menyusui yang mendapat dukungan dari ayah, tingkat keberhasilannya hampir 100 persen, yakni 98,1 persen.”

KENAPA SUPPORT ASI

@ID_AyahASI dan MommiesDaily bekerja sama untuk menurunkan beberapa artikel terkait ASI dan Menyusui dari sudut seorang Ayah. Artikel ini kami buat dalam rangka World Breastfeeding Week dan Pekan ASI Nasional. Berikut adalah salah satu artikel tersebut. Selamat Membaca.


KENAPA SUPPORT ASI?


Biar terlihat keren di depan para mahmud (mamah muda). Hehehe.
Seriously, selalu bingung kalau diajukan pertanyaan di atas. Memangnya aneh banget, ya, bila seorang pria mendukung istrinya memberikan ASI? Setalah dua tahun membantu istri dan kemudian melihat anak kami tumbuh berkembang sehat hingga sekarang berumur empat tahun, pertanyaan tersebut menjadi tidak relevan buat saya. Mungkin pertanyaannya sebaiknya dibalik, kenapa ada suami yang tidak men-support ASI?
Untuk saya pribadi, ada beberapa hal yang mengakibatkan saya mendukung istri saya untuk mendukung pemberian ASI: