Not Found

The requested URL /index.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request

Bingung Puting – @ID_AYAHASI

Bingung Puting

babies-crying-cute-crying-baby

gambar dari sini

Senang rasanya banyak para ibu bekerja yang bersemangat memberi ASI pada buah hatinya, semangat untuk terus memberi ASI dalam kondisi apapun sampai usia 2 tahun. Hanya sayang, pada saat ini banyak yang belum paham benar pemberian ASI perah pada bayi.

Para ibu sebenarnya sudah banyak yang mengerti bahwa pemberian ASI perah menggunakan sendok, pipet, atau gelas kecil. Tapi banyak juga yang kurang paham tentang resiko dari penggunaan botol, sehingga pemberian ASIP tetap menggunakan botol.

Minggu kemarin, ada 5 orang yg konseling tentang berkurangnya ASI perahnya. Malam ini tambah satu 😀

Klien pertama konsul : ASI saya akhir-akhir ini berkurang mbak

(saya coba gali semaksimal mungkin)

Saya : Apa ada masalah? Sehingga pikiran sedang banyak?

Klien 1 : Tidak

Saya : Apa di kejar deadline pekerjaan?

-> masih juga di jawab tidak.

Klien ini bercerita kalau makan banyak, hepi, dan sebagainya. Terakhir coba saya tanya bagaimana pemberian ASIPnya? Dengan media apa?

Klien 1 ini bercerita bahwa ia memakai dot, karena ASInya tidak maksimal yang masuk. Hari berikutnya.. ada lagi dengan permasalahan yang sama. Saya coba gali lagi, ternyata memang permasalahannya pada penggunaan dot.

Klien ke 3 datang lagi, masih dengan masalah yang sama. Kali ini saya sudah mulai cerdik 😀Saya tidak banyak tanya soal psikologisnya, langsung saya tembak, Ibu bisa bercerita bagaimana pemberian ASI perahnya di rumah? Siapa yang memberikan dan pakai apa memberikannya?.

Benar sekali, pakai DOT!

Klien ke 4 dan ke 5 juga langsung saya tembak, karena masalahnya sama :D. Tapi setiap klien ini, selalu berkata, Malam tetap ngempeng kok mbak dengan saya atau, Sepulang saya bekerja sampai pagi dan hari libur tetap saya susui kok mbak atau, Dia tidak bingung puting kok mbak, nyatanya tetap nyusu sama saya pada saat bersama saya.

YA.. Bayi tetap menyusu pada ibu, tapi ini bukan berarti bayi bingung puting. Bingung puting ada dua hal yaitu :

  1. Menolak payudara ibu
  2. Berkurangnya hisapan pada payudara ibu karena terbiasa menggunakan dot.

Bingung puting yang pertama, yaitu menolak payudara ibu, tidak sering terjadi pada bayi. Bayi tetap membutuhkan ibu untuk kenyamanan, sehingga tidak menolak payudara ibu. Ada seorang klien yang anaknya bingung puting karena menolak payudara ibu. Lahir secara SC. Tali lidah pendek. Sejak awal di kenalkan dot dari rumah sakit, dan di rumah di beri empeng. Pada usia 2 minggu relaktasi berjalan, dan secara pelan bayi mulai menghisap payudara ibu. Padahal di usia 2 minggu bayi benar-benar menolak payudara ibu!

Bingung puting yang kedua, ini yang sering terjadi di masyarakat. Bayi tidak menolak payudara ibu, tapi bayi mengurangi reflek hisapan pada payudara ibu. Di sini kita perlu memahami cara kerja bayi menyusu pada payudara. Ini penting supaya kita bisa mendapat pemahaman utuh.

Ketika bayi menyusu diperlukan posisi & perlekatan yg baik sehingga bayi bisa mengeluarkan ASI dengan maksimal. Ini mendasar namun seringkali terlupakan. Perlekatan mulut bayi yang baik ke payudara, perhatikan: sebagian besar areola bagian bawah masuk ke dalam mulut bayi, mulut bayi terbuka lebar, bibir bayi memble keluar, dagu menempel pada payudara (bukan hidung ya :p) & pipi bayi membulat (tidak cekung). Ini adalah tanda-tanda perlekatan baik.

Membutuhkan mulut yang terbuka lebar untuk menyusu dengan baik & ini tidak terjadi pada bayi yang menggunakan dot. Inilah salah satu penyebab bingung puting. Dagu yang menempel pada payudara juga berfungsi untuk bantu memerah ASI yang lagi lagi mekanisme ini tidak terjadi jika bayi minum pake dot. Perhatikan mulut bayi yang minum dari dot; dengan mencucu bayi sudah bisa mendapatkan isinya. Bahkan dot pun ketika kita balikkan bs meneteskan isinya. Jadi cara kerja yang beda ketika menyusu pada payudara dan minum dari botol juga membentuk pola kebiasaan buat bayi. Ini juga yang kita sering lupa .

Rata-rata, saya amati beberapa kasus hasil perahan ini berkurang pada usia 3-4 minggu penggunaan botol. Di sini ibu mulai panik. Biasa memerah per 3 jam bisa mendapatkan 200ml atau lebih, begitu di minggu ke 3 atau 4 bisa berkurang menjadi 100ml atau kurang. Padahal ini hasil perahan 2 payudara per 3 jam. Kejar setoran mulai terjadi.

Pemberian ASI menggunakan gela,s atau cangkir, atau sendok memang repot sekali. Perlu adaptasi lama. Adaptasi oleh si bayi, juga si pengasuh. Keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran adalah kunci utama bagi si pengasuh. Jika ini tidak ada, bayi akan menolak dan merasa trauma. Jangan takut juga, bunda, jika si kecil meminum ASIP terlihat sedikit pada saat pemberian ASIPnya. Bayi kita cerdas. Dia akan mengganti kekurangan ASI pada saat menyusu langsung pada ibu.

Kembali pada permasalahan bingung puting kedua. Jika sudah terjadi, kita mulai lagi dari awal. Yang pertama jelas, buang penyebabnya. Dot, botol, singkirkan! Kedua, skin to skin lagi. Kontak kulit lagi dengan bayi. Jika perlu buka semua badan bayi (hanya memakai celana), buka baju ibu, selimut berdua. Rasakan kemesraan berdua, tidur bersama juga. Pacaran dong dengan si bayi. Jika masih juga kesulitan, ada baiknya panggil konselor laktasi. Relaktasi lagi. Dengan semangat yang kuat, ibu dan bayi bisa kembali menikmati proses menyusui ini dengan lancar.

Yang pasti, jangan tergoda dengan botol dan dot lagi 😀

Selamat menyusui

 

sumber artikel:http://jateng.aimi-asi.org/jangan-tergoda-dengan-botol-dan-dot/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *